NATURE & BEAUTY
Selasa, 25 Desember 2007

Dalam Kehidupan yang semakin Modern trend kehidupan masyarakat kini makin mengarah pada “ Back To Nature “ atau kembali ke alam. Untuk Indonesia, yang sudah dikenal sebagai Mega Bio-Diversity, Mega Centre keanekaragaman hayati terbesar di dunia, detailsnya terdapat + 300.000 jenis tumbuhan dan + 7000 berkhasiat obat ( 90 % spesies tumbuhan di kawasan Asia ), yang juga menjadi bahan 45 obat penting di Amerika dan 14 spesies diantaranya berasal dari Indonesia.
Sadar akan potensi tanaman Indonesia yang alami dan berlimpah, hendaknya kita bangga sebagai warga bangsa Indonesia mempunyai produk hayati yang melimpah, hendaknya kita melestarikan dan membudidayakan sehingga keanekaragaman hayati tetap terjaga dan lestari di bumi Indonesia.
Daun Dewa "Gynura divaricata"
Minggu, 23 Desember 2007

Tumbuhan yang satu ini sehebat namanya, tumbuhan yang tumbuh subur di pekarangan rumah di manfaatkan sebgai tanaman obat. Tumbuhan herbal ini dapat menyembuhkan bermacam penyakit salah satunya seperti mengobati kencing manis, diabetes, dan penyakit dalam yaitu dengan cara meminum air rebusan daun tersebut yang sudah dikeringkan.
Tambuhan ini mempunyai batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun tua membagi sangat dalam. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih.
Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda. Panjang daun 8-20 cm. lebar 5 - 10 cm. Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan, panjang 3-6 cm., dengan penampang ± 3 cm.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Luka terpukul, Pendarahan, Batuk darah, muntah darah, mimisan; Infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa; Pembekuan darah, Tulang patah, pendarahan setelah melahirkan;
BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tanaman.
KEGUNAAN :
DAUN :
Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (Batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa.
UMBI :
Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (Fraktur), perdarahan sehabis melahirkan.
PEMAKAIAN : 15-30 gram daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, minum.
PEMAKAIAN LUAR : Secukupnya tumbuhan ini dilumatkan sampai seperti bubur, ditempelkan ke tempat yang sakit.
KEGUNAAN :
1. Digigit ular / digigit binatang lain:
Umbi dilumatkan kemudian ditempelkan di tempat kelainan.
2. Kutil :
5 lembar daun dewa dihaluskan, dan dilumurkan pada tempat
berkutil, kemudian dibalut. Dilepas keesokan harinya.
CARA PEMAKAIAN:
1. Luka terpukul, tidak datang haid:
15-30 gram herba direbus atau ditumbuk, diambil airnya, campur
dengan arak yang sudah dipanaskan, minum.
2. Perdarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk dan
muntah darah :
1 (satu) batang lengkap (15 gram) direbus, minum.
3. Kejang pada anak:
1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, minumkan.
4. Luka terpukul, masuk angin:
6-9 gram umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya,
kemudian dipanaskan, minum.
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Netral, rasa khas. Anti coagulant, mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan. Menghilangkan panas dan membersihkan racun. KANDUNGAN KIMIA : Saponin, minyak atsiri, flavonoid.
Lidah Buaya "Aloe Vera Linn"

Tumbuhan yang tumbuh subur di pekarangan atau kebayakan di tanam di dalam pot sebagian orang di manfaatkan sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat.
Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit.
Nama Lokal :
Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris); Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina)
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, akar, pemakaian segar,
KEGUNAAN:
1. Sakit kepala, pusing.
2. Sembelit (Constipation).
3. Kejang pada anak, kurang gizi (Malnutrition).
4. Batuk rejan (Pertussis), muntah darah.
5. Kencing manis (DM), wasir.
6. Peluruh. haid.
7. Penyubur rambut.
PEMAKAIAN:
Daun.. 10 - 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 - 3 gram.
Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal.
PEMAKAIAN LUAR:
Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.
a. Penyubur rambut:
Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam
yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah
mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya
rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai
hasil yang memuaskan.
b. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan):
Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian
tubuh yang terkena api/air panas.
c. Bisul:
Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.
CARA PEMAKAIAN:
1. Kencing manis (DM):
1 batang lidah buaya dicuci bersih, dibuat durinya, dipotong-potong
seperlunya direbus dengan 3 galas air sampai menjadi 1 1/2 galas
Diminum sehari 3 x 1/2 gelas, sehabis makan.
2. Batuk rejan:
Daun sekitar 15 - 18 cm, direbus kemudian ditambah gula, minum.
3. Syphilis: Bunga ditambah daging: Direbus, minum.
4. Cacingan, susah buang air kecil:
15 - 30 gram akar kering lidah buaya direbus, minum.
5. Luka terpukul, luka dalam (muntah jarah):
10 - 15 gram bunga kering lidah buaya direbus, minum atau bunga
ditim dengan arak putih, untuk pemakaian luar.
6. Kencing darah:
15 gram daun lidah buaya diperas, ditambah 30 gram gula, ditambah
air beras secukupnya, minum.
7. Wasir:
1/2 batang daun lidah buaya dihilangkan duri-durinya, cuci bersih
lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok
makan madu, aduk, saring. Minum sehari 3 kali.
8. Sembelit:
1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit dan durinya,
isinya dicincang, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan
tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari
2 kali.
PERHATIAN :
Dilarang pakai untuk wanita hamil, gangguan pada sistem pencernaan dan diare.
Asam Jawa " Turunkan kolestrol"

Banyak sekali jenis tanama yang bisa kita manfaatkan di sekitar kita dan siapa sangka, asam Jawa yang biasa kita pakai sebagai bumbu dapur, dan bahan pembuat jamu, ternyata memiliki khasiat yang lebih hebat dari yang pernah kita bayangkan. Si Asam hitam ini dapat membunuh asma, batuk, kolestrol, demam, rematik, borok, sampai menetralisir "bisa" gigitan ular.
Asam jawa memberi efek segar, oleh karena itu selain menjadi sayur sering pula
kita jumpai dalam bentuk minuman (sari asem).
Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam
sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah
asam jawa yang masak di pohon di antaranya mengandung nilai kalori sebesar 239
kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram,
hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor
113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI
per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per
100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung
albuminoid serta pati. Jadi, komplit bukan?
Manfaat:
Buah dan bunga yang berwama hijau dapat digunakan untuk memberi rasa asam yang pekat pada hidangan yang terbuat dari ikan dan daging.
Buahnya yang matang dari jenis yang manis biasanya dimakan ketika masih segar sedangkan buahnya dari jenis yang asam dibuat menjadi sari buah, selai, sirup, dan permen.
Biji asam juga dapat dimakan setelah direndam dalam air dan dididihkan untuk menghilangkan kulit bijinya. Tepung bijinya dapat dibuat menjadi kue atau roti. Biji yang dipanggang dinyatakan unggul sebagai biji kacang dalam hal rasa. Minyak bijinya-yang mirip dengan minyak biji rami-cocok digunakan untuk membuat cat dan vernis.
Kulit kayunya sepat rasanya dan sebagai obat kuat, serta abunya dapat digunakan sebagai obat dalam untuk penguat pencernaan. Dicampur dengan salep atau tapal, kulit kayunya dapat digunakan untuk mengobati luka, borok, bisul, dan ruam.
Juga dapat dimanfaatkan rebusannya untuk mengobati asma dan gangguan datang bulan, serta obat demam. Daun mudanya dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit karena rematik, ditempelkan pada luka, atau diberikan sebagai tapal untuk radang dan untuk mengurangi bengkak persendian, serta untuk mengurangi bengkak dan menghilangkan rasa sakit.
Rebusan daun yang diberi pemanis mujarab untuk mengobati batuk dan panas. Perasan daun muda yang dipanaskan dan disaring, serta tapal bunganya digunakan untuk obat radang selaput mata.
Daging buahnya dapat digunakan untuk obat pendingin asam, pencahar yang lembut dan juga untuk memberantas ketombe. Tepung bijinya dapat digunakan untuk mengobati disentri dan diare.
Si " Ekor Anjing" (Boraginaceae)
Tanaman yang dijuluki gajahan, langun, uler-uleran, sangketan, cocok bero, Tlale gajah, ekor anjing tusuk konde, Da wei yao (china).
Masyarakat meyakini bahwa tanaman yang tumbuh di pinggir jalan dan di tanah kosong yang tidak terawat ini, dapat memnyembuhkan berbagai macam penyakit: Infeksi, abses paru, radang tenggorokan, diare, sariawan, radang buah zakar, bisul, luka baru.
Seluruh batang tanaman ini dapat dimanfaatkan, dari daun sampai akar dan di gunakan dalam bentuk segar atau kering.
Pemakaian:
Rebus 30 - 60 gr herbal segar atau diambil air perasan herbal segar, dan dicampur madu dan diminum.
Pemakain Luar:
Air rebusan daapt dimanfaatkan untuk mencuci kelainan kulit, gatal-gatal, atau herbal segar degan cara dilumatkan sampai jadi bubur di tempelkan pada bisul, kelainn kulit, atau juga bisa dibuat kumur air perasan herbal segar tersebut
Komposisi:
Sifat kimia dan efek Farmakologis: Rasa pahit, toxic, netral. Anti radang, mematikan parasit, menghilangkan gatal. Secara keseluruhan tanaman herbal ini mengandung senyawa Alkoloid pyrrolizidine, yang mengandung senyawa anti radang. orang jaman dahulu paling suka digunakan sebai obat anti kutil, dan radang tumor.